Kedekatan kita menimbulkan banyak tanya karna kamu bilang cukup kita yang tau mereka engga begitu penting. aku rindu menyaksikan sore di danau itu, bersama kamu. apa sebegitu marahnya kamu hingga datang saja kemimpiku enggan. aku ingin menceritakan bagaimana aku jadi mahasiswa saat ini, aku ingin bercerita dia menyakiti aku lagi, aku ingin menceritakan aku sudah bekerja, dan aku ingin bercerita kalau aku sudah ke bangka ketempat waktu terakhir kamu pamit untuk pergi waktu itu. kamu selalu mengoceh di sms "yam, rambut aku botak ketemunya nanti ya aku malu" dan aku bahkan masih ingat tentang semua hal hal baik tentangmu. Aku sungguh rela aku tidak mengungkit hanya rindu ini mencuak, bahkan untuk mengucapkan terimakasih saja aku terlambat waktu itu, andai aku jauh lebih cepat mungkin kamu tidak semarah ini.
ya penyesalan itu terus ada, aku kehilangan pegangan untuk bercerita. dan satu yang selalu menjadi tameng yaitu "kamu jauh lebiih kuat yam, aku tau jadilah lebih tinggi dari dia yang nyakitin kamu. jangan sedih aku selalu ada buat kamu". bahkan rasanya sulit menggambarkan rasa rindu yang mencuak tentang sore itu, tentang senyum teduh yang kamu kembangkan setiap berpapasan denganku, dan tentang keterlambatan keterlambatan mengakui kamu. Maaf aku merindukanmu, Ayam sayang sama Semut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar